SELAMAT DATANG DI DESA LARIANG

Profil Desa


Lariang berasal dari bahasa Silariang yang berarti “Orang baku bawa lari” adalah salah satu dari sekian desa hasil Pemekaran dari Desa Tikke bulan Agustus tahun 2004. Desa Tikke sendiri dimekarkan menjadi Kecamatan. Desa Lariang merupakan wilayah yang banyak dihuni masyarakat Bugis, Mandar dari dua kabupaten yang ada di Sulawesi Barat yakni Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar. Konon seperti halnya masyarakat yang banyak mendiami mamuju utara Masyarakat Bugis, Mandar adalah nenek moyang mereka yang merantau puluhan tahun lalu yang membuka lahan perkebunan yang ada dimamuju utara ini. Kemudian bertemu dengan beberapa suku-suku asli (masyarakat Kaili) bahkan suku pedalaman (Masyarakat Bunggu) mamuju utara dan menjalin interaksi termasuk pernikahan silang antar dua suku yang berbeda.
Oleh karena itu tidak heran jika anak-anak keturunan generasi mereka jarang yang mengenal dari dekat asal tempat orang tua mereka berasal. Karena sebagian besar anak-anak mereka sudah lahir dan beranak pinak di wilayah ini.
Desa Lariang ini dimekarkan sekitar tahun 2004, Tikke sendiri berubah menjadi Kecamatan.Desa Lariang menjulur ke selatan ke arah Desa Batumotoru. Berbeda dengan Kecamatan Lariang yang memanjang disepanjang jalan Poros kabupaten- Palu.
Pembangunan di Desa Lariang dimulai dengan pembenahan struktur Pemerintahan Desa dan menetapkan Kepala Dusun atau Kepala RT, selanjutnya dilakukan penataan lingkungan dalam hal ini pembenahan perkampungan yang masih sangat terbelakang.Jabatan Desa pertama kali dijabat oleh ANDI FIRDAUS.H.AN.Pada tahun 2004 dimana dia diangkat oleh Bupati Mamuju Utara sebagai Penjabat Kepala Desa Lariang .
Sebelum berdirinya Desa Lariang, berkisar tahun 2004 masjid sebagai tempat ibadah sudah ada dengan modal swadaya dari masyarakat. Untuk menunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat desa maka pada tahun 2004 dibangunlah kantor Desa, Pustu serta beberapa gedung lainnya. Dibidang Pertanian pada tahun 2009 pernah dibangun Irigasi untuk mengairi persawahan seluas 100 Ha dan untuk menunjang hasil pertanian yang maksimal.